#200 Menuangkan Pemikiran ke Dalam Sebuah Tulisan

“Orang yang memiliki pemikiran besar akan membicarakan ide; orang yang memiliki pemikiran biasa akan membicarakan tentang kejadian; dan orang yang memiliki pemikiran kecil akan membicarakan orang lain.”—Eleanor Roosevelt.

Mengutip tulisan diatas, menurut saya sebagian orang akan dan pasti pernah mengalami 3 hal di atas di waktu yang berbeda.. Tidak selama nya orang akan berada pada posisi ke 3, dan tidak selama nya juga orang akan berada di posisi pertama dan atau ke dua.. Masing-masing orang kadang memiliki pemikiran untuk membangun sebuah kehidupan agar menjadi lebih baik..

Membuat dan menuangkan sebuah sebuah tulisan itu tidaklah mudah.. Bagi saya pribadi, kalau keinginan menulisnya sedang muncul, sebaiknya langsung segera ditulis, kalau tidak maka pemikiran atau ide cerita tersebut akan hilang atau akan berubah di masa mendatang.. Bisa jadi penulisan yang ditunda tidak sebaik dengan pemikiran awal..

Seperti saya yang saat ini memiliki hobi menulis.. Sebetulnya bukan hobi sih, saya hanya ingin saja menuangkan pemikiran saya pada saat itu.. Pemikiran yang kadang-kadang muncul ketika mau tidur, pada saat mencuci piring, pada saat menyikat gigi dan bisa jadi juga pada saat memasak.. Berbagai cerita tentang sebuah aktivitas, mengingatkan kita kembali untuk menulis dan menuangkan sebuah cerita yang kita alami atau menanggapi sebuah komentar seseorang atas apa aktivitas yang kita lakukan.. Seperti cerita saya kali ini yang berjudul “menuangkan pemikiran ke dalam sebuah tulisan”.. Sejujurnya ide untuk menulis ini muncul ketika saya ingin menulis cerita tentang “standar mahal murah bagi saya”. Kebanyakan cerita yang saya tulis ini merupakan sebuah pengalaman yang saya alami sendiri dan itu artinya kalau dari kutipan di atas, saat ini saya termasuk orang pda level 2, yaitu “Orang yang memiliki pemikiran biasa..” Tapi hal tersebut tak masalah bagi saya.. Saya senang kadang bisa berbagi bercerita atas pengalaman apa yang saya alami, saya lihat dan saya rasakan.. Namun, kadang apa yang ingin saya bagi melalui visual gambar atau video yang saya berikan kadang tidak mewakili dan tidak sebagus atas apa yang saya lihat sesungguhnya atau asli nya.. Misalnya, saya kemarin tepat nya tanggal 23Juli 2016 pergi melihat hanami di dekat stasiun yamanashi shi.. Di sana saya melihat hanabi atau pesta kembang api yang bagus sekali.. Namun, ketika saya ingin merekam nya melalui hape, hanya sekedar untuk berbagi kesenangan  bagi yang akan melihatnya, tapi hasil rekaman yang saya dapatkan tidak sama atau tidak mewakili sebagus dan sebaik pada saat mata memandang kejadian nya langsung.. Kadang hasil rekaman nya terlihat blur, kadang hasil rekaman nya terlihat tidak berwarna-warni seperti asli nya..

Saya pernah ingin menuliskan atau bercerita tentang sebuah angka. Pada saat itu, saya sedang mencuci piring di dapur, ide untuk menulis tentang angka ini adalah karena umur saya yang sebentar lagi bertambah.. Pada aaat mencuci piring itu, pikiran saya sesang bercerita tentang angka tersebut, namun saya tak dapat menuliskan nya langsung diatas kertas atau melalui hape ini karena di pagi itu masih banyak pekerjaan yang perlu saya selesaikan.. Padahal menurut saya cerita tentang angka itu menarik sekali.. Namun, waktu berlalu, sehari telah lepas setelah mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan bermain bersama anak, pemikiran dan ide cerita tentang angka pun sudah mulai pudar dan menghilang.. Mungkin, bila saya ingin menuangkan nya lagi menurut saya tidak akan semenarik dengan pemikiran pada saat itu.. 

Balik lagi dengan penulisan sebuah pemikiran.. Saya cukup mensyukuri menjadi “orang yang memiliki pemikiran biasa” yang hanya membicarakan tentang sebuah kejadian.. Namun, menurut saya sebuah cerita mengenai sebuah kejadian tersebut kadang bisa menimbulkan ide bagi sebagian orang lain.. Bisa jadi tulisan apa yang sedang saya angkat menjadi panutan bagi sebagian orang untuk mengikuti nya.. Saya menjadi cukup senang bila dengan hanya bercerita tentang kejadian saja, akan tetapi bisa menimbulkan ide dan inspirasi bagi orang lain.. Bukan saya yang selalu membicarakan sebuah ide, tapi menjadi penggagas atau inspirasi untuk menjadi dijadikn sebuah ide bagi orang lain. Atau menceritakan sebuah kejadian yang saya alami ini, dapat menjadi bagian dalam bayangan/impian/keinginan seseorang di masa yang akan datang.. Sehingga memotivasi diri nya untuk terus berangan-angan mencapai tujuan nya.

Mudah-mudahan apa-apa yang saya tuliskan dalam blog ini dapat bermanfaat bagi orang lain.. Apalagi kebanyakan resep masakan yang saya buat.. Jujur saja, resep masakan yang saya buat ini, sebetulnya untuk mengingatkan saya juga bila saya harus memasak kembali apa yang ingin saya buat.. Selain itu juga resep masakan ini mudah-mudahan dapat membantu bagi orang-orang penerus saya atau suami saya yang lanjut sekolah (tugas belajar) di jepang khususnya di yamanahi atau tinggal di jepang sebagai pekerja atau sebagai ibu rumah tangga yang mengikuti suami yang sedang tugas belajar.. Karena dalam blog ini juga, kadang-kadang saya bercerita dimana membeli bahan makanan nya dan bahan makanan apa saja yang bisa dipakai.. 

Menuangkan pemikiran ke dalam sebuah tulisan itu ternyata sangat berat.. Apalagi kalau sampai ditunda, jadi lupa deh point apa saja yang ingin dituliskan.. Sehingga tulisan nya menjadi kurang menarik, padahal judul nya sudah siap.. Hehehehehe..

Mudah-mudahan tulisan saya juga banyak manfaatnya bagi orang lain.. Amin ya Rabbal alamin..

Kofu shi, Yamanshi Ken, Japan.. Middle of Night, 25 Juli 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s