#146 Persiapan Berangkat ke Sekolah di Jepang

Selamat pagi semua, pagi ini saya akan bercerita tentang persiapan anak-anak saya kalau mau berangkat ke sekolah.. Akira dan Akari.. Akira dan Akari terdaftar di sekolah Shirayuri Yochien, yaitu sekolah negeri tanpa mendapatkan subsidi dari pemerintah sini.. Kalau sekolah Yochien, ibu dari anak-anak bebas, atau dengan kata lain, ibu nya dari murid sekolah ini boleh tidak bekerja.. Tapi kalau sekolah yang bersubsidi dari pemerintah, disyaratkan ibu dari anak murid nya harus bekerja (ini kalau peraturan di perfektur yamanashi ya..). Saya menunggu lama untuk mendapatkan lowongan dari sekolah yang bersubsidi, namun tidak ada kesempatan masuk buat anak saya, anak saya selalu menjadi waiting list di sekolah yang bersubsidi..  Jadi Ya apa boleh buat, akhir nya Allah memberikan kesempatan dan pengalaman kepada anak kami untuk tetap bersekolah di Jepang dengan dibantu oleh temen papa..

Akira (5Tahun) masuk di kelas yuri ichi, nama sensei nya adalah kawa kaori. Sedangkan Akari (3Tahun) masuk dalam kelas tsubomi ichi, nama sensei nya adalah mimori kanako.. Sekolah anak saya ini tidak jauh dari rumah dan kampus Yamanashi daigaku.. Perjalanan yang ditempuh dari rumah ke sekolah hanya 15menit dengan berjalan kaki.. Bila anak-anak berangkat ke sekolah, saya hanya siap di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah dan siap menjemput anak-anak saya kapan saja bila ada telepon dari sekolah yang mengharuskan saya menjemput anak saya (misalnya anak saya sakit).

Anak-anak masuk sekolah jam 09.15.. Papa Akira yang selalu mengantar anak-anak ke sekolah, kadang menggunakan mobil dan kadang juga berjalan kaki.. Sampai di sekolah, sensei nya menunggu di depan dan membukan pintu gerbang, lalu orang tua hanya bisa mengantar sampai batas gerbang.. Kemudian anak-anak memberi salam kepada sensei nya sambil berjabat tangan dan mengatakan “ohayou gozaimasu”..  Sebenernya sekolah juga menyediakan bis antar jemput bagi murid nya, ada biaya tersendiri untuk antar jemput menggunakan bis sekolah.. Saya setiap hari nya hanya mempersiapkan peralatan sekolah anak-anak dan bekal mereka.. Anak-anak membawa bekal sendiri dari rumah setiap hari, walau di sekolah disediakan bento, namun kita tidak catering bento sekolah.. Sekolah menyediakan bento 3x dalam seminggu dan untuk 2x nya, masing-masing murid membawa bento sendiri dari rumah.. Persiapan peralatan untuk makan siang atau bento ini adalah seperti ini 

Gambar diatas adalah persiapan bento atau makan siang Akira.. Setiap mau berangkat ke sekolah, persiapan makan siang nya terdiri dari tempat makan beserta isi makanan nya, cangkir kosong yang berwarna biru (cangkir kosong ini di dapat dari sekolah, jadi setiap anak memiliki cangkir yang sama tapi jangan lupa dinamai ya..), sumpit (kita beli sendiri), sikat gigi (digunakan setelah makan), alas makan (yang ada di atas sumpit, jadi nanti pas mulai makan, kotak bento nya ditaruh diatas alas makan), dan tas pembungkus bento). 

Nah kalau yang ini adalah peralatan bento Akari.. Agak berbeda sedikit di lap tangan saja, jadi anak-anak harus mengelap tangan mereka dengan kain basah yang ditaruh ditempat yang berwarna pink itu pada saat sebelum makan.. Makan siang di sekolah dimulai pukul 12.00 dengan diawali dengan lagu, sensei nya memainkan piano, anak-anak bernyanyi.. Lalu anak-anak mengucapkan “sensei itadakimasu, minna san itadakimasu”, lalu semua memulai makan siang hingga jam 12.30.. Jika selesai makan anak-anak menyanyi lagi, lalu di akhiri dengan kata-kata “gochisosamadeshita”..

Selain itu, persiapan lain yang perlu dibawa ke sekolah adalah baju olahraga.. 


Jika pada saat berangkat anak-anak mengenakan baju seperti ini 


Nah, pas nyampe di sekolah, anak-anak langsung di suruh ganti baju dengan menggunakan baju olahraga yang dibawa dari rumah.. Anak-anak disuruh melepas dan mengenakan baju olahraga mereka sendiri dan membuka nya sendiri dari tas mereka.. Oh iyah, di sini semua diajarkan untuk mandiri, tidak hanya diberi tahu, tapi juga mempraktekan nya dalam kehidupn sehari-hari.. Seperti hal nya, kami sebagai orang tua hanya mengantar anak sampai batas pagar sekolah.. Selanjutnya anak ditinggal.. Lalu di sekolah, mereka melepas sepatu, kaos kaki dan menyusun sepatu di rak sepatu yang sudah ada nama nya masing-masing anak.. Kemudian anak-anak mengganti pakaian mereka dengan pakaian olahraga.. Pakaian  olahraga yang saya persiapkan dari rumah adalah satu set baju dan celana, sapu tangan, dan bungkus baju nya.. 

Lalu satu set perlatan bento dan satu set baju olahraga tadi di packing masing-masing seperti ini


Kemudian semua masuk ke dalam tas sekolah seperti ini Nah, model tas sekolah ini sama untuk semua anak.. Bagi kami, tas sekolah ini dipinjamkan dari sekolah, karena anak saya sekolah di sini hanya untuk satu tahun.. Jadi tidak terlihat kesenjangan antar anak-anak bila dilihat dari tas sekolah saja.. Soalnya saya pernah melihat iklan di tv, tas sekolah anak ada yang harga nya hingga 68ribu yen, wow kereeeen sangat!!!


Ini penampakan samping tas sekolah nya.. Simple ya.. Dan jangan lupa, semua barang peralatan sekolah termasuk tas ini juga harus ditempel nama agar tidak tertukar dengan teman nya satu sama lain.. Pengalaman : Akari sudah 2x nih barang temen nya masuk ke tas nya, yaitu tempat lap tangan dan kaos dalam.. Kwkwkwkwkwkwk.. Nah di bagian depan tas sekolah itu diisi dengan buku catatan dari sekolah dan buku absensi anak..

Buku absensi anak adalah seperti ini 



Bila anak masuk ke sekolah, maka sensei nya akan memberikan satu stiker yang akan ditempel oleh anak nya sesuai dengan tanggal masuk pada hari itu.. Gambar stiker nya juga lucu-lucu, ada gambar usagi, kodok, bunga, kupu-kupu, koala, panda dan lain-lain..

Selain itu ada buku catatan antara orang tua dan sensei nya.. Buku ini sebagai bentuk komunikasi antara guru dan orang tua tentang kondisi anak nya dan aktivitas anak di sekolah..



Buku catatan ini berisi pesan yang ingin disampaikan oleh orang tua kepada sensei nya pada saat anak nya di sekolah atau pesan yang diberikan oleh sensei nya kepada orang tua setelah anak-anak pulang sekolah.. Pesan ini bisa ditulis setiap hari.. Misalnya sensei nya berpesan “Akari makan nya habis” atau “Akira sudah bisa bermain dengan temannya”.

Nah itu semua persiapan yang perlu dibawa setiap hari nya dari senin sampai jumat.. 

Oh iyah, pada gambar akari sendirian diatas, beliau membawa tas.. Tas itu adalah tas untuk membungkus peralatan renang Akira.. Akira punya ekskul renang setiap hari selasa.. Peralatan renang yang perlu dibawa adalah topi renang, celana renang, handuk, dan plastik untuk membungkus pakaian renang setelah dipakai.. Tempat renang nya cukup jauh dari sekolah, jadi anak-anak berangkat naik bis dari sekolah setelah makan siang.. Topi renang, disediakan dari sekolah, sedangkan celana renang kita beli sendiri.. Dan untuk ekskul renang ini juga ada biaya sendiri..

Selain itu, peralatan yang dibawa setiap hari senin adalah ini 


Peralatan ini terdiri dari alas duduk (gambar anpanman), topi olahraga (dipakai pada saat main di lapangan), handuk untuk lap tangan di kelas, dan tas nya.. Masih ada satu lagi sebenarnya yaitu slipa.. Namun, berhubung saat ini musim panas, jadi slipa nya di simpan di sekolah, slipa digunakan di dalam ruang kelas pada saat musim dingin.. Bila hari jumat tiba, peralatan ini dibawa pulang lagi oleh masing-masing anak untuk dicuci di rumah.. Jadi khusus peralatan ini dibawa seminggu sekali..

Nah, itu saja peralatan yang perlu saya persiapkan setiap hari nya bila anak-anak berangkat ke sekolah.. Jam 14.45 anak-anak sudah diperbolehkan untuk dijemput di sekolah.. Sensei nya tidak akan membiarkan anak-anak pulang sendiri.. Harus ada orang tua yang menjemput anak.. Dan orang tua, hanya menunggu sampai batas pintu gerbang saja.. Pada saat pulang sekolah, anak-anak berpamitan dengan sensei nya sambil berjabat tangan dan mengatakan “sensei, sayonara” dan sensei nya juga akan menjawab : “sayonara”..

Oh iyah, kalau hari sabtu anak-anak bisa dititipkan di sekolah dengan tambahan biaya..

Semangat sekolah nya ya nak.. Semangat ya mama.. 

Notes : 1 bulan pertama Akari dan Akari di sekolah masih belum semangat, karena di sekolah, mereka masih belum bisa bahasa jepang, jadi masih diam saja dan menyesuaikan..

Salam ya nak.. Semoga kenangan ini masih dapat dibaca hingga engkau dewasa kelak..

Kofu, Yamanashi, Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s