#134 Hanami, Inikah Negeri Sakura?

..Hanami.. 

 

Hanami, dari kata nya sendiri berasal dari hana yang berarti bunga dan mi yang berasal dari kata mimasu yang artinya melihat.. Jadi hanami artinya melihat bunga.. Banyak orang menikmati bunga sakura beraama keluarga.. Seperti saya ini salah satunya.. 

Uhm, klo inget bulan maret, pasti semua orang luar jepang ingin berkunjung ke jepang.. Karena pas bulan maret ini bunga sakura sedang bermekaran dan bermekarannya ini gak lama lho, hanya beberapa hari.. Lalu dia akan mulai rontok lagi, cepet memang rontok nya.. Sangat indah sekali klo melihat bunga sakura secara langsung di jepang.. Sebetulnya, di tempat tinggal saya ini, di jalan takeda, kofu, yamanashi sepanjang jalan ada tanaman sakura.. Tanaman sakura nya berjajar di pinggir jalan..  Dibawah ini foto sakura yang sengaja dimbil ditengah jalan, hahahahaha, semangat banget ngambil foto di tengah jalan pagi-pagi..

 Sakura-sakura ini tumbuh di sepanjang jalan takeda, dari atas yaitu takeda shrine sampai ke bawah yaitu stasiun kofu.. Sakura nya berwarna putih, hanya sebagian yang berwarna pink.. Nah kalau gambar dibawah ini saya ngambil foto nya pas di sore hari.. Pada saat itu, akira ingin mengajak saya keluar rumah (tumben nih anak pengen main di luar, ternyata dia ingin menerbangkan pesawat nya yang dibuat nya dari origami).. Foto ini saya ambil dari kampus yamanashi di sebelah timur, yang saya foto adalah sakura di jalan takeda menuju ke arah utara yaitu menuju ke takeda shrine..
Masih berdiri di tempat yang sama, saya mengarahkan pandangan saya ke selatan.. Kali ini saya mengambil objek pohon sakura, eh ternyata tulisan universitas yananshi nya juga ikutan.. Banyak ya bunga sakura nya..
 Indah sekali memang bunga sakura itu, dan seperti nya lamgka sekali soalnya hanya bermekaran dalam waktu seminggu hingga 2 minggu di musim semi.. 

Di kampus papa nya pun di Universitas Yamanashi juga ada. Waktu saya bermain sore-sore bersama anak-anak, saya juga menyempatkan waktu unyuk memotret sakura yang ada di dalam kampus  

 

Selain melihat sakura di kampus dan di jalan takeda, mari kita lihat sakura di takeda shrine.. Takeda shrine ini berada di arah utara, tepat ny di ujung jalan takeda.. Kita bisa berjalan kesana sekita 25menit, jalan nya menanjak ke atas, jadi kalau saya jalan ke sana agak ngos-ngosan.. 

Sampai ke atas, di takeda shrine, kita akan ketemu dijembatan.. Nah di jembatan ini, foto dulu sakira yang ada di sebelah barat.. Dibawah mya ada aliran sungai, banyak ikan koi di dalam nya..

 Mari jalan lagi menuju ke arah timur jalan.. Awalnya foto di atas dimbil dari jembatan merah yang ada di sana, sekarang giliran kita mengambil gambar dari arah timur..

 Tak hanya orang luar yang kahum akan melihat sakura, orang asli jepang pun sangat antusias sekali melihat bunga sakura, mereka semua mengabadikan diri mereka dengan rangkaian bunga sakura.. Padahal menurut saya orang jepang bisa berkali-kali foto dengan sakura yang bermekaran setiap tahun.. Berbeda dengan kita yang harus nya lebih antusias karena jarang-jarang kita berada di jepang dan bertemu sakura.. 

 
Selain itu, kami juga pergi melihat sakura ke Oboshi Koen, Kajikazawa, masih dalam Perfecture Yamanashi..  Ada cerita sendiri melihat sakura di oboshi koen.. Ini video sakura di Oboshikoen.. 

Tempat nya menarik dan indah sekali.. Banyak tanaman sakura yang tumbuh di sini, tempat nya luas dan juga berbukit-bukit.. Jalan keliling di sini bisa sampe capek, tapi kita bisa beristirahat dimana saja dan juga ada banyak yg jualan di sini serta ada pangging dan tempat duduk juga..
 
Perfekture Yamanashi ini banyak dikelilingi oleh gunung-gunung, jadi walaupun terlihat panas, namun cuaca nya sejuk sekali, ini suhu nya masih dingin, masih sekitar 18 derajat celcius..

Cerita lengkap tentang sakura di Oboshikoen ini bisa dilihat di sini #133 Oboshi Sakura Matsuri | Cerita-cerita ku

https://mitnablog.wordpress.com/2016/04/22/133-oboshi-sakura-matsuri/

  

Selain jalan-jalan di oboshi koen, kita juga menikmati sakura di taman lain, seminggu kemudian.. Nama tempat nya, saya tidak begitu tau.. Tanpa sengaja sebetulnya kami mau jalan ke taman, tiba-tiba melewati jalan ini dan terlihat tanaman sakura yang indah sekali.. Awalnya hanya ingin difoto doang, tapi pas turun dari mobil, kok ada beberapa mobil parkir, dicoba telusuri ternyata ada taman kecil untuk istirahat di sini..

  
Di tempat ini juga sepi, taman nya juga tidak begitu besar..

Cerita sakura dibawah ini saya ambil dari penjelasan fesbuk papa Akira.. Foto diambil oleh saya sendiri

—-

Sepertinya sakura sudah mendarah batin dalam diri setiap orang Jepang, tidak hanya dari sejarahnya, tapi juga pada kehidupan pada saat ini.. 

Sakura memiliki sejarah yang panjang di negara ini. Awalnya, sakura tidak lebih terkenal dibandingkan bunga prem, namun pada jaman kekaisaran Heian (794-1185), para bangsawan mulai tertarik dengan keindahan bunga sakura. Budaya “hanami” sakura ini mulai menyebar ke rakyat umum pada jaman kekaisaran Edo (1603-1867). Pada jaman ini, salah seorang shogun, Yoshimune Tokugawa, membuka tempat2 untuk “hanami” d beberapa tempat di sekitar Edo (sekarang Tokyo), yang tujuannya untuk menghilangkan “stres” rakyat umum.

  
Pada jaman kekaisaran Meiji, dengan restorasi Meiji-nya yang terkenal, “budaya” “hanami” ini pun menyebar ke pelosok Jepang. Sampai kemudian sakura menjadi identik dengan militer, simbol Jepang, dan “bunga negara”. Pada waktu perang Cina-Jepang, perang dunia II, keindangan bunga sakura ketika berguguran pun dianalogikan dengan gugurnya para pejuang pada waktu itu dan dianggap sebagai sesuatu yang indah, dan sakura pun disebut sebagai “sange no hana” (falling flower of the glorious death).
Namun, untuk dijadikan bahan bakar, banyak pohon sakura yang ditebang pada waktu perang. Sampai setelah perang selesai, pada tahun 1960, bersamaan dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, seorang “profesor” sakura, Shintaro Sasabe, berupaya untuk menyelamatkan pohon-pohon sakura yang harus ditebang. Upaya itu pun menyebar ke seluruh pelosok, dan Jepang kembali menjadi negara sakura.
Kini, bunga sakura yang mekar setahun sekali pada sekitar akhir bulan Maret s.d. awal bulan April, dan sekali mekar hanya bertahan selama satu minggu ini, menjadi simbol bagi kehidupan Jepang. Tahun akademik Jepang dimulai pada bulan April dan berakhir di bulan Maret. Bunga sakura ini menjadi simbol perpisahan dan perkenalan baru.
Sumber:

https://agorian.com/video/tv/history/0101.html

https://www.nhk.or.jp/historia/backnumber/236.html

monograf (paragraf terakhir)

Nah sekarang, saya mau foto orang yang sedang memotret anak nya di taman ini 

  
Bagus sekali pemandangan nya ya.. Sampai jumpa lagi di sakura tahun depan..

Salam dari kami semua, Mitna Maimunah, Yunarso Anang, Akira Wicaksana, dan Akari Sepnita..

Kofu, Yamanashi, Jepang. 03 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s