#112 Perjalanan ke Ruang Angkasa

Menjelang tidur, saya selalu berdoa bersama anak2.. Kami membaca doa tidur, doa kedua orang tua, doa dunia akhirat.. Dan juga doa-doa lain yang saya panjatkan kepada Allah seperti membaca QS. Al ikhlas 3x, salawat Nabi 3x, istighfar 3x, dan tasbih 3x.. Lalu saya lanjutkan dengan doa2 lain yang saya panjatkan kepada Allah agar dikabulkan permintaan saya.. Lalu saya mengingat kebesaran Allah SWT.. Salah satu dalam bayangan saya dan dalam ingatan saya tentang kebesaran Allah adalah ruang angkasa.. 

Pada saat berdoa, apalagi pada saat memanjatkan doa kedua orang tua, kami juga membacakan artinya, dalam doa kami, kami mengucapkan dengan bahasa arab beserta artinya.. Anak ku mendengar dan menyimak serta mengikuti.. Berbagai pertanyaan mereka tanyakan kepada saya,. Mulai dr kenapa harus berdoa sebelum tidur, kenapa harus berdoa kepada Allah, apa itu akhirat, dan macem2.. Umuran anak segini, memang sedang banyak2 ingin tahu, walau sudah dikasih tau hari ini, tp besok pas diulang lagi nanya nya.. Hehehehe..
Lanjut setelah kami berdoa, aku pun memejamkan mata,  dalam pejaman mata ku, aku mengingat kebesaran Allah, penciptaan Allah atas langit dan bumi.. Betapa kecil kita ini di mata Allah yang Maha Besar lagi Maha Sempurna dalam penciptaanNya.. Apalagi hewan2 yang kecil, betapa sangat kecil nya dibandingkan bila berada di luar angkasa.. Luar biasa memang penciptaan Allah mulai dr yg kecil sekecil-kecil nya hingga ke yang besar sebesar-besarnya. Apalah daya kita ini.. Kita yang hidup di bumi saja terasa kecil bila dibandingkan bulatan bumi yang menopang tubuh kita.. Coba bayangkan bila kita berada di ruang angkasa, lihatlah bumi kita,  

bagaimana bisa kita bediri di bumi, tanpa terbang dan bergerak ke atas menunju angkasa.. Kita masih berdiri tertempel diatas bumi, tidak terbang dan tidak mengambang di udara.. Coba bayangkan bila kita berada di angkasa dan melihat bumi kita, kelihatan kah diri kita?? Tidak, tidak terlihat sama sekali. Terlihatkah menara eifel? Terlihatkah monas, tokyo tower, patung liberty, atau gedung2 tinggi yg menjulang di amerika, di dubai, tembok besar cina? Tidak.. Itu tidak tampak sama sekali.. Yang terlihat hanya lah warna putih dan biru.. Betapa kecil kita untuk dibandingkan dibumi saja.. Apalagi jika dibandingkan dengan ciptaan Allah yang ada di ruang angkasa..

Aku pernah merasa terbang di ruang angkasa, dalam mimpi ku, aku terbang dan diberikan hidup untuk melihat ruang angkasa.. Betapa aku merasa sesak di sana karena disana gelap dan dingin.. Keluar dari bumi, kemudian terbang lalu menjauh dr bumi.. Allah memperlihatkan kepadaku semua benda2 yang ada diangkasa, melintas, bintang, asteroid, meteor, mereka semua besar2, planet2 semua berdiri mengambang tanpa tiang, tanpa penopang, gelap rasa nya.. Dadaku serasa sesak ingin kembali ke bumi.. Tapi, yang manakah bumi?? Semua yang ku lihat adalah bulatan kecil banyak, dan aku bingung, matahari pun tak ku kenali lagi.. Semua bersinar terang, banyak bintang disana, aku terbang menuju tempat yang tidak aku ketahui arah nya harus kemana, tak ada petunjuk, tak ada perbedaan, semua bentuk nya bulat, ada yang besar, ada yang kecil, semua melintas pelan hampir semua sama tanpa perbedaan, semua nya besar. Dan mereka pun berwarna warni, unik sekali memang warna nya dalam setiap bulatan yg kulihat.. Kombinasi warna yang menakjubkan terdapat dalam masing-masing benda angkasa..  

Dan aku berjalan tak tentu arah.. Tidak ada kanan, tidak ada kiri, semua lepas, semua bebas, luas dan luas sekali, tak terhingga rasa nya.. Tak ada ujung, tak ada pembatas, tak tanda sebagai petunjuk.. Subhanallah.. Semua bintang, bulan, planet, meteor,asteroid, komet semua bergerak dan berjalan masing2.. Tak ku kenali lagi yang mana bintang, bulan, bumi, bintang.. Yang ku tahu hanya planet saturnus, karena planet ini dikelilingin oleh cincin..  

 Tp yang mana planet saturnus yg mudah dikenali itu?? Aku merasa sudah tersesat, tak tentu arah, dimana kah aku sekarang, planet saturnus yg memiliki cincin pun sudah tak ku temukan, beribu-ribu benda langit yang ada di ruang angkas.. Hanya planet2 beterbangan yg ku lihat, mereka bergerak sendiri seolah sudah ada yg mengatur mereka, mereka semua patuh dan tunduk mengikuti perintah Allah, tanpa bertabrakan tanpa bersentuhan.. Subhanallah, besar sekali penciptaan ini.. Saya yang kecil dan sangat2 kecil berada di ruang angkasa yang luas tak terhingga, tak ada daya berada di sana.. Mencari bumi, ingin rasa nya kembali, karena di sini, pandangan saya gelap, sesak rasa nya, dingin, saya merasa tidak leluasa dan tidak lega melihat nya.. Saya merasa takut, Allahu Akbar, berikan saya petunjuk untuk kembali.. Beragam bulatan warna warni yang terlihat ada yang merah, biru, orange, kuning, dan aku mencoba mencari bumi yang berwarna biru putih itu, dimana kah dia?? Mencoba terbang mencari planet tersebut, melintas batu besar dengan kecepatan yg super hebat dengan partikel2 gas kecil yang mengikuti dibelakang nya “oh, mungkinkah itu komet”, super besar dan cepat sekali lintasan nya, bentuknya lonjong atau hiperbolis, subhanallah..  

 Gas yang mengikuti komet ini panjang sekali.. Luar biasa pergerakan dan perjalanan nya melintas di angkasa..
Aku mencoba mencari cahaya matahari, ya pikirku mataharilah bintang terbesar di angkasa, mudah dikenali karena cahaya yg terang benderang dan hawa nya yg panas.. Aku mencoba menelusuri angkasa mendekati benda langit yg menuju cahaya yg paling terang.. Sejenak dalam perjalananku, aku melihat ada cahaya terang benderang dan hawa panas, aku merasa senang, sepertinya tujuan ku menemukan matahari telah sampai, namun warna yg ku lihat tidak seperti matahari, dia berwarna biru, ingin mencoba mendekat, wah sudah panas sekali, ternyata ini adalah bintang terbesar yg saya temui, dr jauh saja sudah terasa panas.. Ini adalah bintang R136a1 yang pernah saya baca di internet, lebih terang 10juta kali dari matahari.. Luar biasa..

Lalu dimanakah matahari nya?? Masih jauh kah saya dari matahari dan bumi?? Dari sini ternyata saya masih berada jauh sktr 165ribu tahun cahaya untuk menemukan bumi.. Tapi ke mana arah nya?? Saya masih tersesat.. Planet jupiter yg terbesar, dimana planet jupiter?? Tapi saya berpikir, apa yg membedakan planet dan bintang dan benda langit lainnya?? Mereka terlihat sama saja.. Bagaimana saya bisa mengetahui nya.. Yang saya ketahui adalah hanyalah bintang itu memancarkan cahaya nya sendiri dan planet mendapatkan pancaran sinar dari bintang.. Tp hanya Allahlah yang Maha Mengetahui.. Kini saya hanya menunggu petunjuk dr Allah saja yang saya harapkan.. “Ya Allah, tunjukkanlah aku pada jalanMu”.. 

Sambil terus menyusuri ruang angkasa, saya berusaha mencari planet kehidupan, planet bumi yang berwarna biru, tampak dr kejauhan saya melihat ada bulatan planet mengelilingi bilatan besar yg terpusat, oh, itu pasti matahari sebagai pusat rotasi nya, dan tubuh saya pun membawa saya menuju ke sana.. Bulatan besar saya lewati, saya melihat planet jupiter, saturnus yg berbentuk cincin, subhanallah.. Saya mencari planet bumi, di posisi yang manakan dia dalam putaran itu..?? Di sekitaran bumi, saya ingat, ada satelit buatan yg mengelilingi nya dan bumi berwarna putih dan biru, begitulah tanda planet kehidupan itu.. Saya juga bergerak berputar dan tetap mencari disebelah manakah planet bumi.. Sampai akhir nya saya menemukan nya juga.. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa kembali dan hidup di tempat yang sebenarnya tanpa berasa sesak lagi di ruang yang gelap.. Ya Allah, aku kembali, kembali menjalankan hidup yang telah Engkau atur sesuai dengan firman yang telah Engkau turunkan di bumi.. Maha besar Allah yang ada di langit dan di bumi, yang telah menciptakan kehidupan dari yang sangat besar, besar, kecil, dan sangat kecil sekali.. Ada yang kasar, dan ada yang halus, halus bagaikan gas2 yang beterbangan di langit..

Allahu Akbar, penciptaan Allah yang Maha luas, tak akan bisa kita mengukur nya, menghitung nya dan menandingi semua ciptaan Allah.. Semua sudah di susun, semua telah diatur, dan semua sudah pada posisi dan fungsi nya masing-masing..

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar

–Imagine–

“Ketika lagi kecil saya ingin menjadi astronot atau cosmonauts terbang dan melihat luar angkasa.. Apa daya, nasib saya tidak membawa saya menuju cita-cita itu, impian orang tua saya adalah saya menjadi dokter, itu pun tak kesampaian, hampir sampai, hanya ada beberapa kendala.. Tp apa boleh buat, saat ini saya menjadi orang yg seperti ini, menakjubkan menjadi pribadi seperti ini.. Ingat, semua sudah diatur oleh Allah, dan sudah ada jalan kehidupan masing-masing.. Mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan dengan menjadi ibu rumah tangga yg dapat mengurus anak-anak dan tanpa terus berhenti untuk selalu bermimpi..”

Kofu, yamanashi..

13 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s